Seberat itukah untuk mencintai ibuku yang juga istrimu, ayah?
Kemanakah cinta yang dulu pernah ada antara kalian?
Cinta yang membuahkan aku..
Aku tahu apa yang sedang bermain di pikiranmu, "Apa yang kau ketahui tentang cinta, nak?"
Aku mungkin tidak mengerti akan makna cinta.
Terlebih, terlalu banyak dusta yang meneteskan air mata duka yang dalam bagi hati yang terluka.
Apakah ini salah ibuku, ayah?
Sehingga engkau lebih memilih cinta sesaatmuyang hanya ada jika sejumlah uang ada di sakumu.
Apakah memang ada alasan khusu untuk berbuat seperti itu?
Cinta memang tak akan pernah lolos dari cobaan,
namun rasanya tidak ada alasan logis untuk menyakiti hati orang yang pernah,
bahkan selalu ada untukmu.
Terutama rasa cintanya..
Dimanakah hati nuranimu?
Kamis, 30 September 2010
1/9
Jiwaku terasa kering saat ini,
bagaikan berjalan di padang pasir.
Jiwa ini berusaha mencari kedamaian,
Layaknya musafir mencari telaga air di tengah gurun.
Hatiku terasa hampa saat ini,
bagaikan sungai yang mengering diterpa panasnya musim kemarau.
Hati ini tertatih mencari cinta,
layaknya ikan di sungai yang perlahan sekarat karena ditinggal sang air.
Jiwa dan hati ini merindukan sentuhan magis penuh cinta yang selalu kau berikan.
Mereka butuh ungkapan perasaan dari hati dan jiwamu,
bahasa yang hanya dipahami oleh mereka.
Sedangkan aku?
Aku menunggumu di kota ini.
Tempat yang penuh akan kenangan.
kenangan akan petualangan ajaib cinta kita..
bagaikan berjalan di padang pasir.
Jiwa ini berusaha mencari kedamaian,
Layaknya musafir mencari telaga air di tengah gurun.
Hatiku terasa hampa saat ini,
bagaikan sungai yang mengering diterpa panasnya musim kemarau.
Hati ini tertatih mencari cinta,
layaknya ikan di sungai yang perlahan sekarat karena ditinggal sang air.
Jiwa dan hati ini merindukan sentuhan magis penuh cinta yang selalu kau berikan.
Mereka butuh ungkapan perasaan dari hati dan jiwamu,
bahasa yang hanya dipahami oleh mereka.
Sedangkan aku?
Aku menunggumu di kota ini.
Tempat yang penuh akan kenangan.
kenangan akan petualangan ajaib cinta kita..
Minggu, 15 Agustus 2010
terakhir

Aku lelah untuk mengamati malam,
Aku hanya ingin memastikan malam tetaplah malam.
Aku tidak ingin berganti menjadi pagi,
Karena itu berarti hari telah berganti.
Aku harus terus terjaga melewati sunyi ini, aku tidak ingin mendengar keramaian.
Aku berharap sang waktu meninggalkan pekerjaannya,
Dengan demikian waktu bukanlah masalah bagi kita
Aku benci dengan kenyataan waktu kita hanya tinggal sedikit,
Aku berusaha membuat semuanya sempurna
Aku harus bisa melupakan egoku sebagai manusia,
Aku ingin selalu menorehkan senyum di wajahmu sebelum kamu meninggalkan ku..
suara hati

Bunda, bagaimana aku bisa lahir ke dunia?
Bunda, mengapa tidak ada sosok ayah dalam hidupku?
Bunda, mengapa teman-temanku memiliki ayah dan ibu?
Mengapa aku hanya memiliki bunda?
Bunda, mengapa menangis?
Maafkan aku jika aku membuatmu sedih.
Aku berjanji tidak akan menanyakan hal itu lagi.
Aku berjanji akan menjaga bunda sampai kapanpun.
Suatu saat, bunda tidak perlu bekerja keras demi aku
Suatu saat, bunda tidak perlu pulang malam saat aku terlelap dalam tidurku
Suatu saat, bunda tidak perlu kehujanan bahkan berkeringat melawan panas matahari dan bergegas pulang hanya untuk menemaniku di rmh.
Suatu saat, bunda tidak perlu bersusah payah memintaku berhenti merengek akan sesuatu
Janjiku hanya satu, aku akan berusaha agar Bunda tidak pernah menangis sedih karena aku..
Tapi air mata karena bunda sangat bahagia karena aku bisa membuatmu bangga..
phobia

Aku rasa kamu tahu dengan semua phobiaku.
Ketinggian, Jarum suntik dan beberapa hal lainnya.
Tapi apakah kamu tahu ketakutan terbesarku?
Aku mungkin hanya akan mengatakannya kali ini saja..
Aku sangat takut untuk kehilangan sosok wanita seperti kamu
Wanita yang bisa menerimaku apa adanya
Wanita yang mampu memberikan ketenangan di tengak riak gelombang emosiku
Wanita yang mampu membuatku meneteskan air mata bahagia
Wanita yang mampu memberikan bimbingan untuk ide di otakku agar keluar dari sarangnya
Wanita yang sempurna di mataku..
Yaitu, kamu..
Jakarta, 14 Agustus 2010 (12:14 am)
komunikasi mati
Malam ini, aku mulai merasakan apa yang akan ku rasakan dalam beberapa bulan ke depan.
Atau mungkin dalam beberapa tahun.
Hanya Tuhan yang mampu memberikan kepastian waktu kepadaku.
Malam ini, sarana komunikasi yang sering kita gunakan hanyalah merupakan sebuah benda mati.
Terlebih, ia hanya menjadi pemicu amarah akan rasa rindu di antara kita
Ia seakan tak kuasa untuk membiarkan kita untuk sedikit berbicara,
sebelum akhirnya terlelap dalam tidur
Inikah rasanya hidup tanpa kamu?
Inikah rasanya melewati malam tanpa kalimat-kalimat manja darimu?
Inikah rasanya menjalani hidup yang terus menerus menunggu kabar berita darimu?
Aku hanya akan menunggu..
Menunggu hingga malam ini berubah menjadi pagi,
sehingga kita bisa kembali berjumpa..
Atau mungkin dalam beberapa tahun.
Hanya Tuhan yang mampu memberikan kepastian waktu kepadaku.
Malam ini, sarana komunikasi yang sering kita gunakan hanyalah merupakan sebuah benda mati.
Terlebih, ia hanya menjadi pemicu amarah akan rasa rindu di antara kita
Ia seakan tak kuasa untuk membiarkan kita untuk sedikit berbicara,
sebelum akhirnya terlelap dalam tidur
Inikah rasanya hidup tanpa kamu?
Inikah rasanya melewati malam tanpa kalimat-kalimat manja darimu?
Inikah rasanya menjalani hidup yang terus menerus menunggu kabar berita darimu?
Aku hanya akan menunggu..
Menunggu hingga malam ini berubah menjadi pagi,
sehingga kita bisa kembali berjumpa..
Genosida

Aku berdiri disini, tepat di depanmu
Mencoba mengeluarkan isi hatiku yang selama ini kupendam
Namun, sperti biasa kamu akan selalu menunduk
Bukan karena kamu malu, namun karena kamu masih berpikir tentang dia
Aku tahu dia pernah meletupkan efek dashyat atas nama cinta di hatimu.
Seperti efek genosida, serpihan sekecil apapun akan terus membekas didalamnya
Terlebih lagi, kamu enggan untuk melepaskannya.
Aku berusaha bersikap wajar,
Aku berusaha mengkedepankan logikaku, bahwa ini hanya sesaat
Namun, aku kalah.
Serangan virus ini terlalu cepat menyebar ke dalam otakku.
Bagimu, masa lalu merupakan kisah yang belum selesai kau rajut dan selalu menyita pikiranmu
Kamu berhasil menciptakan stigma cinta tak harus memiliki bagi sebagian orang
Namun bagiku, cinta haruslah memiliki.
Karena cintaku hanya untuk kamu
Langganan:
Postingan (Atom)
